Prosa tentang Manusia dan Tanggung jawab
Hujan yang turun disertai angin kencang telah melengkapi kedinginan
hari ini, padahal jam telah menujukan jam 12 siang. Bermalas-malasan di
pulau kapuk terasa nikmat berserta balutan selimut. Suara merdu radio
mengalun merdu di telinga kiri. Tak beberapa lama kemudian, suara
ketukan pintu membuyarkan suasana hening...
"Nak... tolong antarkan ibu yuk ke supermarket" pinta ibu yang terdengar dari luar kamar.
"Ah ibu... nanti aja. Lagian diluar masih hujan deras..." Jawab anak dari dalam kamar
"Ibu, perlu beli bumbu dapur, nanti kita tidak bisa makan siang lo..." Jawab ibu
"Tunggu hujan reda bu..." suara sang anak memohon dengan nada pelan untuk mengurungkan niat ibunya.
"Ya sudah, kalau begitu ibu nyupir sendiri aja. Titip rumah sebentar" balas ibu.
"Iya... hati-hati ya bu" balas si anak.
---------------------
Sudah
hampir 2 jam, si anak menanti ibunya dengan perut keroncongan. Mengapa
juga belum datang? Semenjak ditinggal bapak selamanya ibu sudah
terbiasanya mandiri dalam segala hal, tapi entah mengapa akhir-akhir ini
ibu selalu terkesan manja dan selalu minta diperhatikan.
Tak
beberapa lama suara telepon berdering... Dalam percakapan yang singkat
itu, si anak begitu sangat terpukul mendengar berita kecelakaan yang
telah merengut nyawa ibunya. Ia pun berlalu ke rumah sakit untuk
memastikan kebenaran berita telepon dari aparat kepolisian.
Benar adanya, ibu telah pergi selamanya. Seandainya ia dapat memutar kembali waktu...
---------------------
Sahabat, Terkadang
kita selalu menunda-nunda apa yang seharusnya dapat kita kerjakan
sekarang juga dan berserta tanggung jawab kita, seolah kita tahu bahwa masih memiliki umur yang panjang.
Kehidupan
dan kematian memang rahasia Tuhan, namun bagaimana kita mengisi
kehidupan kita dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri kita dan orang
lain. Hingga kematian menjemput kita dengan penuh kedamaian atas segala
yang telah kita perbuat selama hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar